mobile coupons amazon offers today

offers shopclues coupon today

coupons flipkart mobile offer

coupons myntra sale

Home / Testimoni / Testimoni Khasiat Bawang Dayak, Dari Obat Diabetes Sampai Kanker Payudara

Testimoni Khasiat Bawang Dayak, Dari Obat Diabetes Sampai Kanker Payudara

testimoni khasiat bawang dayakTestimoni Khasiat Bawang Dayak, Dari Obat Diabetes Sampai Kanker Payudara | Daryinih (46), seorang ibu rumah tangga dari Indramayu ini tengah mencampurkan irisan bawang ke dalam gelas yang sudah berisi air panas. Sambil menunggu campuran bawang terasa hangat, ia menyapu halaman rumahnya. Diakui Daryinih, sudah hampir dua minggu dia telah mengonsumsi ramuan sederhana ini. Putrinya memberikan informasi tentang penangkal penyakit yang dideritanya dengan cara mengonsumsi ramuan dari bawang secara rutin.

“Anak saya bilang kalau bawang ini bisa untuk mengobati diabetes, jadi saya tertarik untuk mencobanya. Sudah dua minggu ini minum obat sudah saya hentikan dan diganti dengan air bawang.” Kata ibu dua anak yang hampir satu tahun didiagnosis diabetes mellitus tipe dua.

Dalam sehari, Daryinih meminum air bawang dua sampai tiga kali. Bawang yang ia gunakan bukanlah bawang untuk bahan memasak. Bawang ini memiliki warna lebih gelap dari bawang merah pada umumnya yang disebut dengan “bawang dayak”. Selain dikenal sebagai bawang dayak, bawang ini juga dikenal dengan nama bawang tiwai, bawang berlian, bawang sabrang, bawang lubak, teki sebrang atau bawang hantu.

Manfaat Luar Biasa Bawang Dayak untuk Kesehatan

Bawang dayak (Eleutherine Americana Merr) sangat efektif dalam mengobati berbagai penyakit dari ringan sampai penyakit berat. Bawang yang umumnya tumbuh di pulau Kalimantan ini awalnya berasal dari Amerika Selatan. Tanaman ini memiliki umbi merah dengan bentuk oval memanjang. Daunnya hijau berbentuk strip/pita dan bunganya putih. Masyarakat lokal Kalimantan telah menjadikan bawang dayak sebagai obat untuk berbagai macam penyakit seperti batuk, diare dan demam secara turun-temurun. Tapi setelah adanya penelitian ilmiah, manfaat bawang dayak ternyata lebih dari itu.

Bawang dayak memang belum begitu populer di Indonesia. Meskipun banyak studi ilmiah yang menunjukkan manfaat luar biasa bawang ini bagi kesehatan. Bawang dayak diketahui bisa untuk mengobati penyakit amandel, wasir, rematik, asma, bronkitis, diabetes melitus, darah tinggi, epilepsi, gangguan pencernaan, ginjal, gondok, gangguan seksual, hepatitis, hipertensi, dan kanker payudara.

Kandungan dari senyawa aktif dalam bawang dayak sangat lengkap sehingga wajar jika manfaatnya juga banyak. Senyawa ini diantaranya termasuk alkaloid, alisin, glikosida, flavonoid, fenolik, steroid, tanin dan saponin. Senyawa flavonoid efektif sebagai antivirus, antikanker, anti inflamasi, mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, serta menangkal radikal bebas.

Testimoni Khasiat Bawang Dayak untuk Diabetes

Semakin populernya bawang dayak adalah wajar karena didukung oleh bukti yang akurat dan banyak kesaksian dari orang-orang yang berhasil dengan mengonsumsi bawang dayak.

Bawang dayak telah banyak terbukti menurunkan gula darah dan efektif mengatasi diabetes. Berikut testimoni khasiat bawang dayak untuk pengobatan diabetes dari Cahyanti seorang wanita asal Bogor.

Ibu dari seorang putri ini sebelumnya mengalami kehausan yang sangat, sering buang air kecil dan sering mengalami kelelahan. Dari tanda-tanda ini, bisa jadi merupakan tanda-tanda penyakit diabetes atau gula darah. Ketika merasa sangat haus, itu adalah akibat dari penyerapan cairan sel pada larutan glukosa dalam ginjal, inilah yang mengakibatkan tubuh kekurangan air.

Sementara jika sering buang air kecil atau berkemih, hal ini disebabkan kadar tingkatan glukosa terlalu tinggi sehingga tidak bisa diserap kembali oleh ginjal, dan kemudian keluar lagi melalui urin.

Kelelahan dan letih yang sering menghampiri disebabkan oleh penggantian glukosa karena adanya lemak yang dibakar. Inilah yang mengakibatkan tubuh menjadi lebih kurus, karena zat perombak mengasamkan sel dalam darah. jika terus dibiarkan Hal ini juga dapat menyebabkan pingsan (koma diabetik) pada penderitanya.

Periksa Kadar Gula Darah Sebelum Terlambat

Jika Anda pernah mengalami hal diatas, segera periksa kadar gula darah anda dan segera lakukan penanganan. Hal itu jugalah yang dialami oleh Cahyanti. Awalnya ia menduga bahwa itu hanya kelelahan biasa karena teralu keras bekerja.

Tapi karena menganggap sepele. akhirnya Cahyanti telah kehilangan ibu jari tangan kirinya karena harus diamputasi. Sekitar akhir 2012, ibu jarinya mengalami luka bernanah. Dia tidak tahu apa penyebabnya. Seminggu kemudian, luka terus menghitam.

Ketika dokter memeriksanya, ternyata jaringan ibu jari cahyanti sudah mati. Dokter menyarankan untuk operasi. Tapi itu tidak bisa dilakukan secara langsung karena gula darahnya tinggi.

Umumnya, orang dengan diabetes akan mengalami pengendalan pada darahnya. Zat beku dalam darah bisa bekerja dengan baik jika cairan darah normal. Tapi jika terlalu kental maka zat beku tersebut juga tidak bisa melakukan tugasnya.

Biasanya, suntikan insulin adalah hal-hal yang banyak dilakukan dokter untuk menurunkan gula darah. Setelah 2 minggu tingkat gula darah sudah mulai kembali secara normal dan akhirnya Cahyanti sudah bisa segera di operasi.

Sejak saat itu Cahyanti teratur menyuntikkan insulin dan selalu mengatur pola makan. Namun kondisinya masih belum kembali normal.

Oleh karena itu, suami Cahyanti turut membantu dengan mencari pengobatan alternatif. Berbagai jenis tanaman telah dicoba, dan semuanya tidak cocok. hingga akhirnya menemukan Bawang Dayak atas saran dari seorang temannya.

Bawang Dayak Menurunkan Kadar Gula Darah Lebih Cepat

Cahyanti sengan rajin minum bawang dayak 2 kapsul setelah makan setiap pagi dan sore hari. Sejak Oktober 2013 selama seminggu mengkonsumsi bawang dayak kapsul akhirnya kondisi tubuh Cahyanti perlahan lahan mulai membaik. Tubuhnya terasa lebih segar.

Luka karena gesekan pisau saat memasak pun bisa dengan cepat mengering. sebelumnya luka tersebut hanya bisa pulih minimal dalam seminggu.

Kondisi tubuh Cahyanti dari hari kehari terus membaik, dia bisa menyelesaikan semua pekerjaan rumah, mencuci, memasak dan membersihkan rumah.

Meskipun tubuhnya kembali segar, Cahyanti tetap mengonsumsi kapsul bawang dayak, hanya jumlahnya dikurangi, biasanya 2 kapsul setiap pagi dan sore, sekarang hanya 1 kapsul setelah sarapan dan 1 kapsul di sore hari.

Bawang dayak sangat bermanfaat untuk menekan peyakit diabetes. Hal ini juga sejalan dengan hasil riset Tomohiro Ieyama, June Kawabata, dan putri Maria Gunawan, dari departemen Biosdience, Sekolah Pertanian Graduete, Universitas Hokkaido, Jepang.

Para peneliti di Jepang berhasil mengisolasi 3 senyawa aktif bawang dayak yaitu: Eleutherol, Eleutherinoside A, dan Eleuthoside B menggunakan teknik kromatografi. Dari tiga senyawa aktif tersebut yang berkontribusi tertinggi menghambat Alpha-glucosidase adalah Eleutherinoside A dengan total 5 mg / 50gram atau setara IC50 0,5 Mm.

Alpha-glucosidase ditempatkan pada permukaan membran sel usus. Bertindak sebagai pemecah pati dan disakarida menjadi glukosa. Jadi dengan aktivitas penghambatan Alpha-glucosidase, juga bisa menghambat penyerapan glukosa, sehingga hasil gula darah pun bisa berkurang.

Testimoni Khasiat Bawang Dayak untuk Kanker Payudara

Menurut hasil penelitian Alia Mustika Nur seorang mahasiswa Depatemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, umbi tanaman dari anggota famili Iridaceae itu mengandung senyawa antioksidan dan turunannya seperti naphtokuinones elecanacine, eleutherol, eleutherine, dan eleuthernone. Naphtokuinones dikenal sebagai bahan ampuh antikanker, antioksidan, anticendawan, antimikroba, antivirus dan antiparasitik.

Salah satu testimoni khasiat bawang dayak untuk pengobatan kanker payudara adalah Ibu Titik Sri Rahayu, seorang pasien kanker payudara dari Jakarta. Pada saat itu, dokter menyarankan untuk segera menjalani operasi pengangkatan payudara. Namun, atas saran seorang teman, Ibu Titik akhirnya rutin konsumsi bawang dayak tiga kali sehari saat pagi, siang dan sore hari.

Alhamdulillah, dengan kuasa Allah dan berikhtiar melakukan pengobatan dengan bawang dayak, benjolan yang awalnya berukuran 7 cm x 4 cm sekarang hanya tinggal sebesar kacang. Dia merasakan sekali kegunaannya ketika menyaksikan penyusutan massa benjolan dari hari ke hari.

Kandungan Fitokimia Bawang Dayak yang Berkhasiat

Bawang dayak mengandung fitokimia antara lain alkaloid, flavonoid, fenolik, glikosida, steroid, tanin dan zat yang merupakan sumber dari obat yang potensial. Alkaloid adalah bahan organik yang mengandung nitrogen sebagai bagian dari heterosiklik tersebut.

Alkaloid, glikosida, flavonoid, serta saponin mumiliki aktifitas kadar glukosa darah atau hipoglikemik yang bermanfaat bagi pengobatan diabetes mellitus, bahkan alkaloid juga berfungsi sebagai anti mikroba.

Senyawa aktif dalam bawang dayak yaitu alisin (Alychins). Senyawa ini dapat menurunkan tekanan darah, dan viskositas darah rendah. Bawang dayak juga kaya akan anthocyanin, zat warna alami yang memberi warna merah untuk umbinya.

Hal ini mengacu pada ulasan guru besar emeritus Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, Prof Dr. Sidik, Apt, bahwa senyawa aktif dalam bawang berlian adalah alisin. “Senyawa ini dapat menurunkan tekanan darah dan viskositas darah,” kata Sidik.

Anthocyanin yang bermanfaat sebagai antioksidan akan berperan menetralisir radikal bebas. Karena sejatinya anthocyanin ini sifatnya mudah larut dan mudah terurai dalam air.

Bawang dayak atau bawang Mekkah ini dapat digunakan dalam keadaan segar ataupun kering. Agar efeknya maksimal, bawang dayak harus diperoleh ketika pertumbuhan mencapai masa puncak vegetatif saat kuncup bunga mulai muncul.

Demikianlah testimoni khasiat bawang dayak untuk pengobatan diabetes dan kenker payudara. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi bagi Anda yang sedang mencari alternatif pengobatan dengan herbal.

Incoming search terms:

  • kapsul bawang dayak bisa menyembuhoan luka
  • Mangfaat bawang merah ibu dayak tuk gula kering

Check Also

Khasiat Bawang Dayak Untuk Diabetes Melitus

Khasiat Bawang Dayak untuk Diabetes Melitus – Pada 2002 Sumiyati (35 tahun) kerap merasa lemas, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.