mobile coupons amazon offers today

offers shopclues coupon today

coupons flipkart mobile offer

coupons myntra sale

Home / Khasiat Bawang Dayak / Antimikroba / Khasiat Bawang Dayak Sebagai Antimikroba Kulit

Khasiat Bawang Dayak Sebagai Antimikroba Kulit

Khasiat Bawang Dayak Sebagai Antimikroba KulitKhasiat Bawang Dayak Sebagai Antimikroba Kulit | Merujuk dari kandungan kimianya, bawang dayak sangat potensial sebagai tanaman obat multifungsi.. Namun sayangnya, penelitian tentang bawang dayak belum banyak dilakukan, khususnya terkait dengan khasiatnya sebagai antimikroba.

Hasil penapisan fitokimia pada umbi bawang dayak menunjukkan adanya kandungan metabolit sekunder antara lain: alkaloid, glikosida, flavanoid, fenolik, kuinon, steroid, zat tannin dan minyak atsiri. Bagian daun dan akar mengandung flavonoida dan polifenol (Heyne, 1987).

Bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.)Merr.) merupakan tanaman khas Kalimantan yang berasal dari benua Amerika. Tanaman ini secara empiris sudah lama digunakan masyarakat lokal untuk mengatasi bisul dan penyakit kulit. Cara penggunaannya adalah dengan menempelkan parutan umbi bawang dayak pada daerah yang luka (Galingging, 2009).

Meskipun dikenal sebagai bawang dayak, di beberapa daerah tanaman ini mempunyai nama daerah yang berbeda. Contohnya di daerah Jawa Barat (Sunda), tanaman ini dikenal dengan nama babawangan beureum.

Secara taksonomi, tanaman bawang dayak memiliki jalur klasifikasi sebagai berikut:

  • Kerajaan : Plantae
  • Divisi : Spermatophyta
  • Sub divisi : Angiospermae
  • Kelas : Monocotyledonae
  • Bangsa : Liliales
  • Suku : Iridaceae
  • Marga : Eleutherine
  • Jenis : Eleutherine palmifolia(L) Merr

Umbi bawang dayak secara empiris bersifat diuretik, astringen, pencahar, analgetik, mengobati luka, sakit kuning, batuk, mencret berdarah, sakit perut, disentri, radang poros usus, kanker colon, kanker payudara, perangsang muntah, dan obat bisul. Daunnya berkhasiat sebagai obat bagi wanita yang nifas (Galingging, 2009).

Berpijak pada sifat fisiologi yang istimewa dari tanaman inilah kemudian dilakukan penelitian ilmiah untuk mengkaji aktivitas antimikroba umbi bawang dayak terhadap beberapa mikroba kulit yaitu Staphylococcus aureus dan Trichophyton rubrum. Penelitian dengan judul “Khasiat Umbi Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.) Sebagai Herbal Antimikroba Kulit” dilakukan oleh Ririn Puspadewi, Putranti Adirestuti dan Rizka Menawati dari Fakultas Farmasi, Universitas Jenderal Achmad Yani. Penelitian tersebut dimuat dalam Kartika Jurnal Ilmiah Farmasi, Desember 2013, 1 (1), halaman 31-37.

Jenis-Jenis Mikroba Penyebab Gangguan Kulit

Beberapa jenis mikroba yang diketahui dapat menyebabkan gangguan pada kulit antara lain Staphylococcus aureus dan kapang Tricophhyton rubrum. Staphylococcus aureus merupakan bakteri mikroflora normal tubuh yang bersifat opportunistic dan banyak ditemukan pada kulit dan selaput mukosa.

Pada keadaan kulit normal, bakteri ditemukan bersifat non patogen, namun bila berada pada kondisi bebas dan tidak ada persaingan, maka populasinya dapat meningkat, untuk kemudian akan menyebabkan impetigo, folikulitis.

Trichophyton rubrum merupakan jenis kapang patogen, yang dapat menyebabkan dermatofitosis. Jenis kapang ini dapat mencerna keratin kulit sehingga infeksi akibat kapang dapat menyerang lapisan –lapisan kulit mulai dari stratum korneum sampai dengan stratum basalis dan kuku, meskipun jarang juga menyerang pada rambut

Pengujian Aktivitas Antimikroba pada Bawang Dayak

Serbuk simplisia umbi bawang dayak diekstraksi dengan menggunakan metode maserasi dalam pelarut etanol 96% redestilasi. Ekstrak diuji aktivitas antimikrobanya terhadap bakteri penyebab infeksi kulit yaitu bakteri Staphylococcus aureus dan kapang Trichophyton rubrum yang sering terlibat dalam pembentukan luka.

Metode difusi agar dengan teknik lubang perforasi digunakan dalam pengujian ekstrak etanol terhadap kedua mikroba uji. Diameter hambat yang terbentuk untuk masing-masing pengujian diukur dengan menggunakan jangka sorong. Pengujian untuk setiap konsentrasi yang sama dilakuka sebanyak tiga kali.

Parameter yang digunakan sebagai acuan untuk mendapatkan aktivitas ekstrak terhadap mikroorganisme uji adalah besarnya diameter hambat, adalah antara 14-16 mm. Konsentrasi terkecil dari ekstrak yang dapat menunjukkan diameter hambatan seperti tersebut dinamakant sebagai konsentrasi hambat minimumnya (KHM).

Bawang Dayak Sebagai Herbal Antimikroba Kulit

Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etanol pada umbi bawang dayak mampu menghambat mikroba yang hidup di kulit dengan baik. Konsentrasi hambat minimum (KHM) untuk bakteri Staphylococcus aureus adalah 1 %, sedangkan untuk kapang Trichophyton rubrum adalah 15%.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etanol dengan konsentrasi 1% berpotensi sama dengan Tetrasiklin HCl pada konsentrasi 0,06% dengan diameter hambat (14,03±0,42) mm. terhadap bakteri Staphylococcus aureus.

Untuk kapang Trichophyton rubrum, ekstrak etanol dengan konsentrasi 15% berpotensi hampir sama dengan Ketokonazol pada konsentrasi 0,2% dengan diameter hambat sebesar (14,00±0,61) mm

Penapisan fitokimia menunjukkan bahwa bahan uji mengandung senyawa flavonoid, polifenol, alkaloid, kuinon, tanin, steroid, monoterpenoid dan seskuiterpenoid.

Dari hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa umbi bawang dayak sangat potensial dan direkomendasikan sebagai herbal antimikroba kulit.

 

Hasil penelitian lengkap dapat dilihat pada :
http://kjif.unjani.ac.id/index.php/kjif/article/download/21/18

Incoming search terms:

  • trichophyton rubrum adalah 2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.