mobile coupons amazon offers today

offers shopclues coupon today

coupons flipkart mobile offer

coupons myntra sale

Home / Tentang Bawang Dayak / Bawang Berlian, Panasea Baru Dunia Kesehatan

Bawang Berlian, Panasea Baru Dunia Kesehatan

Bawang Berlian, Panasea Baru Dunia KesehatanIndonesia sebagai negara yang dilintangi garis katulistiwa, diberkahi dengan beragamnya tanaman yang tumbuh subur. Beberapa tanaman tersebut ternyata memiliki manfaat lebih, khususnya manfaat di bidang medis sehingga mendapatkan julukan tanaman herbal. Dalam buku “Tumbuhan Berguna Indonesia”, K Heyne menuliskan umbi bawang berlian, nama lain dari bawang dayak, berguna untuk melancarkan buang air kecil, menahan muntah, dan pencahar. Di sisi lain, daun bawang berlian bermanfaat membersihkan darah pada perempuan setelah melahirkan.

Berdasarkan penelitian Ronny Yuniar Galingging dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Kalimantan Tengah menghasilkan bawang dayak memiliki hampir semua kandungan fitokimia seperti alkaloid, glikosida, flavonoid, fenolik, steroid, dan tanin. Di sisi lain, Amik Krismawati dan M. Sabran menuturkan bawang berlian dapat digunakan untuk mengobati sakit kepala, demam, sakit perut, sakit gigi, flu, malaria, penyakit gula, bahkan kanker.

Di Kalimantan sendiri, bawang berlian tersebar luas hampir di semua kabupaten. Uniknya, bawang dayak tumbuh liar di sekitar pemukiman warga. Dengan cukup banyak tumbuhnya bawang berlian, masyarakat memanfaatkannya untuk pengobatan tradisional. Pemanfaatan tersebut telah terjadi secara turun-menurun.

Cara Membudidayakan Bawang Berlian

Berkat semakin populernya bawang berlian sebagai obat herbal, kini umbi tersebut cukup memiliki nilai jual. Untuk sekilo bawang berlian segar, umumnya dihargai Rp 100.000. Meski telah dibisniskan, bawang dayak masih tetap dicari oleh berbagai penderita penyakit seperti pasien diabetes, stroke, juga maag.

Meski demikian, sebenarya bawang berlian dapat dibudidayakan. Namun, dalam prosesnya diperlukan perhatian lebih seperti ditanam di tanah yang memiliki pH tanah berkisar 6-7 dengan ketinggian 2000 m dpl. Selain itu, pilihlah tanah yang tidak terlalu berair, msalnya daerah rawa-rawa.

Caranya pun tidak sulit. Bawang dayak dapat ditanam dengan bermodalkan umbi bawang. Umbi tersebut ditanam dengan kedalaman kurang lebih 3 cm. Beri pupuk alami (kompos) secukupnya, dan pastikan jarak antar umbinya sekitar 30-40 cm. Jika Anda menanam di daerah yang datar dan berair, buatlah gludan agar akar dan umbi dayak tidak tergenang air, sehingga menghindari busuk.

Jika telah tumbuh, pastikan memanen pada saat yang tepat yakni ketika bawang dayak berumur 5-6 bulan. Hal ini dikarenakan pada saat itu kadar senyawa aktifnya sedang optimal. Caranya sederhana, yakni dengan mencongkel tanah di sekitar rumpun tanaman. Jika sudah gembur tanah disekitarnya, cabutlah perlahan dengan menarik rumpun daunnya dibantu dengan mencongkel dari bawah. Hal ini dilakukan agar tidak ada umbi yang rusak.

Kandungan Khasiat Bawang Berlian

Bawang berlian memiliki berbagai kandungan yang menjadikannya bermanfaat untuk kesehatan. Misalnya adalah senyawa-senyawa alkaloid, fenolik dan flavonoid, glikosida saponin, steroid , tanin, saponin, triterfenoid dan senyawa naphtokuinones beserta turunannya seperti elecancini, eleutherine, eleutherol dan eleuthermone. Naphtokuinones dikenal ampuh sebagai anti kanker, anti oksidan, anti-mikroba, anti-cendawan, anti-virus dan anti-parasitik

Bawang berlian menjadi obat alami yang berguna untuk mengatasi berbagai penyakit degeneratif. Secara empiris, bawang dayak banyak digunakan dalam pengobatan herbal. Penggunaan tersebut telah terbukti berhasil dengan baik dalam proses penyembuhan. Pengalaman menunjukkan tanaman ini dapat meningkatkan efek farmakologi khasiat tanaman herbal lain.

Pemanfaatan Bawang Berlian

Telah disebutkan kandungan bawang berlian yang membuatnya bermanfaat. Tak hanya penyakit ringan, namun juga penyakit kronis. Ada pun sederet penyakit yang dapat disembuhkan bawang dayak antara lain:

  1. Diabetes melitus,
  2. Asam urat,
  3. Hipertensi / darah tinggi,
  4. Radang usus,
  5. Ginjal,
  6. Prostat,
  7. Segala jenis kanker dan tumor (kista, myom, kanker payudara, kanker rahim, kanker kelenjar getah bening, kanker paru paru, kanker usus dll),
  8. TBC,
  9. Asma,
  10. Migrain,
  11. Vertigo,
  12. Ambeien,
  13. Stroke,
  14. Kolesterol,
  15. Bronkhitis,
  16. Hepatitis,
  17. Jantung koroner,
  18. Hipertensi,
  19. Radang rektum,
  20. Peluruh lemak,
  21. Bisul,
  22. Rematik,
  23. Amandel,
  24. Maag,
  25. Gangguan pencernaan/lambung,
  26. Gondok,
  27. Gangguan seksual/vitalitas,
  28. Keputihan,
  29. Pelupa/menurunnya fungsi ingatan
  30. Semua penyakit kronis yg berhubungan dengan darah

Cara Pengolahan Bawang Berlian

Agar dapat merasakan khasiat secara utuh, bawang berlian harus diolah secara benar. Terdapat beberapa cara pengolahan yakni direbus, dibuat serbuk, dibuat manisan, lalapan, dan dibentuk kapsul.

Pengolahan menjadi manisan dilakukan oleh Ronny Yuniar Galingging, peneliti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Kalimantan Tengah. Cara pembuatannya cukup dengan cuci bersih bawang dayak lalu potong akar dan daunnya, Iris dengan ketebalan 1-2 mm. Kemudian, kukuslah irisan bawang dayak itu selama 5 menit. Setelah selesai, masukkan ke dalam larutan gula dengan perbandingan gula dan air 1:1. Masaklah sampai kental dan terbentuk kristal gula.

Sedangkan pengolahan bawang berlian menjadi serbuk juga terbilang mudah. Pertama, cuci umbi segar lalu iris tipis 3 mm. Keringkan menggunakan oven dengan suhu maksimal 40° C hingga kadar air kurang dari 10%. Di samping itu, bisa juga cukup kering dengan diangin-anginkan irisan bawang berlian, sehingga tidak terkena sinar matahari langsung. Biasanya irisan bawang dayak kering setelah 2-3 hari bila temperatur 28-30°C. Langkah selanjutnya adalah menggiling irisan kering itu menjadi serbuk.

Penyajian bawang berlian dengan cara diseduh juga dianjurkan. Menurut Sukrasno, untuk memperoleh faedah senyawa aktif itu cukup gunakan pelarut air. Hal tersebut dikarenakan eleutherine dan antosianin bersifat mudah larut dan terurai dalam air. Ada pun caranya adalah dengan menyeduh irisan satu siung (30 gram) bawang dayak menggunakan segelas air panas. Pada saat memasak air, pastikan tidak terlalu besar dikarenakan sebagian besar senyawa aktif pada tanaman mudah rusak bila dipanaskan lebih dari 90° C.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *