mobile coupons amazon offers today

offers shopclues coupon today

coupons flipkart mobile offer

coupons myntra sale

Home / Khasiat Bawang Dayak / Antioksidan / Antioksidan Alami Bawang Dayak, Ini Fakta Ilmiahnya

Antioksidan Alami Bawang Dayak, Ini Fakta Ilmiahnya

Antioksidan Alami Bawang DayakAntioksidan Alami Bawang Dayak | Indonesia memiliki keanekaragaman hayati lebih dari 30.000 spesies tanaman dan 940 spesies diantaranya diketahui sebagai obat. Penggunaan dan permintaan terhadap tanaman obat tradisional saat ini semakin bertambah sehingga penelitian ke arah obat-obatan tradisional juga semakin meningkat. Hal ini disebabkan efek samping dari obat tradisional yang lebih kecil dan harga yang lebih terjangkau dibanding obat sintetik.

Senyawa antioksidan memilik peran yang sangat penting dalam kesehatan. Berbagai bukti ilmiah menunjukkan bahwa senyawa antioksidan mengurangi risiko berbagai penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung koroner.

Kandungan Antioksidan Alami Bawang Dayak

Menurut asal perolehannya ada 2 jenis antioksidan, yaitu antioksidan alami dan antioksidan buatan (sintetik). Antioksidan alami adalah antioksidan hasil ekstraksi bahan alami sedangkan antioksidan buatan merupakan antioksidan yang diperoleh dari hasil sintesa reaksi kimia. Sifat utama senyawa antioksidan adalah kemampuannya menangkap radikal bebas

Radikal bebas merupakan suatu senyawa atau molekul yang mengandung satu atau lebih elektron tidak berpasangan pada orbital luarnya. Adanya elektron yang tidak berpasangan menjadikan senyawa tersebut sangat reaktif dalam mencari pasangan. Proses mencari pasangan tersebut dengan cara menyerang dan mengikat elektron yang berada di sekitarnya sehingga dapat memicu timbulnya penyakit.

Salah satu tanaman yang menarik untuk diteliti adalah bawang dayak atau bawang mekah. Tanaman ini termasuk dalam famili Iridaceae dan berasal dari Amerika Selatan. Tumbuhan bawang dayak mempunyai banyak khasiat yaitu sebagai anti-inflamasi (antiradang), menghentikan perdarahan (hemostatik) dan antitumor. Pada umumnya bagian tanaman yang digunakan sebagai obat yaitu umbi dan daun (Agromedia. 2008; Mangan, Y. 2009).

Penelitian mengenai antioksidan alami  yang terkandung pada bawang dayak pernah dilakukan oleh Kuntorini dan Astuti (2010), yaitu penentuan aktivitas antioksidan ekstrak etanol umbi bawang dayak. Hasil penelitian tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa umbi bawang dayak memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 25,3339μg/mL (Kuntorini dan Astuti, 2010).

Uji Aktivitas Antioksidan Daun Bawang Dayak

Untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada daun bawang dayak, telah dilakukan penelitian ilmiah dengan judul “Uji Aktivitas Antioksidan Daun Bawang Mekah (Eleutherine americana Merr.) dengan Metode DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil)” oleh Dina Pratiwi, Sri Wahdaningsih dan Isnindar dari Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, Pontianak.

Dalam penelitian tersebut pengujian aktivitas antioksidan pada daun bawang dayak dilakukan dengan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Pengujian diawali dengan ekstraksi dengan cara maserasi. Simplisia daun bawang dayak sebanyak 150 gram direndam dengan larutan etanol 70% selama 3×24 jam pada suhu kamar. Kemudian ekstrak etanol cair yang diperoleh tersebut diuapkan dengan rotary evaporator dan dipekatkan menggunakan waterbath sehingga didapatkan ekstrak kental.

Selanjutnya terhadap ekstrak tersebut dilakukan skrining fitokimia serta uji pendahuluan dengan metode DPPH secara kromatografi lapis tipis (KLT) dengan fase gerak BAA (4:1:5). Aktivitas antioksidan diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan dibandingkan dengan vitamin C.

Hasil dan Pembahasan

Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak daun bawang dayak mengandung senyawa flavonoid, saponin, fenol dan tanin. Pada uji pendahuluan menggunakan KLT, diperoleh 3 spot yang divisualisasi dengan sinar UV 366 nm dan disemprot dengan DPPH 0,2%.

Ketiga spot yang diteliti menunjukkan perubahan warna kuning dengan latar belakang ungu. Perubahan warna tersebut menandakan ekstrak positif memiliki aktivitas antioksidan. Hasil pengukuran secara spektrofotometri menunjukkan bahwa ekstrak mempunyai IC50 pada 31,97437 μg/ml, sedangkan vitamin C memiliki nilai IC50 yang lebih rendah (3,90186 μg/ml).

Nilai IC50 ekstrak etanol 70% daun bawang dayak menunjukkan bahwa ekstrak tersebut memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat (kurang dari 50μg/mL) begitu juga dengan vitamin C. Tetapi aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% daun bawang dayak lebih rendah jika dibandingkan dengan vitamin C sebagai control positif karena semakin kecil nilai IC50, maka semakin tinggi aktivitas antioksidannya. Hal itu dikarenakan vitamin C merupakan senyawa murni, sedangkan ekstrak etanol 70% daun bawang dayak terdiri dari beberapa campuran senyawa.

Senyawa flavonoid, fenolik dan tanin diperkirakan merupakan senyawa yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antioksidan. Kemampuan senyawa flavonoid dan fenoliksebagai antioksidan telah dibuktikan oleh Yuhernita dan Juniarti pada tahun 2011 dalam penelitiannya terhadap aktivitas antioksidan daun surian (Toona sureni (Bl.) Merr.).

Aktivitas antioksidan pada senyawa flavonoid, fenolik dan tanin dikarenakan ketiga senyawa tersebut merupakan senyawa-senyawa fenol, yaitu senyawa dengan gugus –OH yang terikat pada karbon cincin aromatik. Senyawa fenol ini mempunyai kemampuan untuk menyumbangkan atom hidrogen, sehingga radikal DPPH dapat tereduksi menjadi bentuk yang lebih stabil(20).

Aktivitas peredaman radikal bebas senyawa fenol dipengaruhi oleh jumlah dan posisi hidrogen fenolik dalam molekulnya. Semakin banyak jumlah gugus hidroksil yang dimiliki oleh senyawa fenol maka semakin besar aktivitas antioksidan yang dihasilkan. Jika dilihat dari struktur dan jumlah gugus hidroksilnya, maka urutan kekuatan antioksidan dari yang terbesar sampai yang terkecil yaitu tanin, flavonoid dan fenolik.

Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil menurut hasil penelitian ini adalah: Ekstrak etanol 70% daun bawang dayak terdeteksi mengandung beberapa komponen bioaktif, yaitu flavonoid, saponin, fenolik dan tanin; Ekstrak etanol 70% daun bawang dayak positif memiliki aktivitas antioksidan menggunakan pereaksi DPPH 0,2%; Nilai IC50 ekstrak etanol 70% daun bawang dayak adalah sebesar 31,97437μg/mL. Sedangkan vitamin C sebagai kontrol positif memiliki nilai IC50 sebesar 3,90186 μg/ml.

Penelitian ini semakin membuktikan bahwa bawang dayak mengandung antioksidan alami yang tinggi. Antioksidan adalah bahan yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari efek buruk radikal bebas yang berisiko merusak sel-sel dalam tubuh dan menjadi pemicu berbagai penyakit kronis, seperti kanker dan sakit jantung. Mengonsumsi makanan yang kaya antioksidan seperti bawang dayak, dapat mengurangi risiko kerusakan tersebut.

 

Hasil penelitian lengkap dapat dilihat pada :
https://mot.farmasi.ugm.ac.id/files/822.%20THE%20TEST%20OF%20ANTIOXIDANT%20ACTIVITY.pdf

Incoming search terms:

  • antioksidan bawang dayak
  • keanekaragaman bawang dayak
  • keanekaragaman jenis bawang dayak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.